Thursday, 25 February 2021

6 Cara Mengecat yang Baik dan Benar

 

Mengecat itu gampang-gampang susah. Berikut ini akan kami terangkan secara sederhana cara mengecat yang baik dan benar.

Mengecat adalah pekerjaan untuk meningkatkan estetika dan memberikan perlindungan pada produk yang dicat. Pekerjaan ini, meski terkesan sederhana tak sesimpel yang Anda kira. Hampir sama seperti mewarnai, Anda harus memiliki jiwa seni yang baik dan teknik yang benar. Hal-hal di bawah ini wajib Anda perhatikan agar hasil pengecatan benar-benar optimal.

 


  1. Persiapan yang Baik

  2. Eksekusi yang Bagus
  3. Selera yang Bagus

 


Langkah persiapan meliputi pemilihan warna terutama bahan finishing yang akan digunakan. Berikut ini bahan-bahan finishing yang bisa Anda pilih dan kualitas tampilannya:

 

·       Plitur

Plitur adalah bahan finishing untuk kayu yang terbuat dari getah pohon di India. Bahan ini cocok untuk Anda yang ingin mengecat perabot atau kayu konstruksi dengan warna natural tanpa harus ribet. Plitur cocok digunakan untuk indoor meski relative lebih kuat untuk outdoor dibanding kebanyakan varnish.

 

·       Varnish

Varnish memiliki sifat dan tampilan seperti plitur. Anda bisa menggunakan bahan ini untuk finishing perabot, lantai kayu, maupun tiang-tiang kayu di rumah Anda.

 

·       Mengecat Lengkap

Pengecatan lengkap baik pada tembok atau kayu akan memberikan hasil yang lebih baik dan awet. Namun, Anda juga harus mau repot-repot menggunakan bahan yang lebih banyak. Secara umum, pengecatan lengkap pada tembok memerlukan lapisan dasar dan lapisan “warna”. Namun untuk mengatur kilaunya, Anda juga bisa memanfaatkan wall coating.

Sedangkan pada kayu, umumnya lapisan yang dibutuhkan terdiri dari:

  1. Lapisan dasar
  2. Lapisan utama
  3. Pewarna
  4. Top coat atau lapisan atas

 

 

·       Cat Enamel

Cat enamel adalah cat yang terbuat dari lapisan dasar hingga top coat. Jenis cat ini biasanya digunakan untuk kayu maupun besi. Cat enamel sangat cocok untuk kondisi luar ruangan yang keras. Bila Anda ingin mengecat pagar dan bangku taman, gunakanlah cat enamel.

 

·       Duco untuk Kayu

Cat duco untuk kayu bisa jadi alternative selain plitur dan varnish. Pilihan duco sendiri lebih beranekaragam tergantung pigmen yang digunakan.

 

·       Dempul dan Filler

Dempul atau filler memang bukan bahan finishing yang bisa digunakan sendiri. Keduanya merupakan produk yang berfungsi meratakan permukaan tembok, kayu, atau besi. Jadi, pertimbangkanlah menggunakan dempul atau filler sesuai hasil yang Anda inginkan.

Sedangkan untuk eksekusi cara mengecat yang baik dan benar, perhatikan hal-hal di bawah ini:

 

6 Hal Prinsip Cara Mengecat yang Baik dan Benar

·       Pastikan Permukaan Media Kering dan Tak Berjamur

Prinsip cara mengecat yang benar pertama adalah memastikan permukaan media kering dan tak berjamur. Bila tembok atau kayu belum memenuhi kondisi di atas, jangan lakukan pengecatan. Mengecat di permukaan yang basah, lembab, atau berjamur akan membuat hasil pengecatan tak optimal dan muncul resiko tumbuh jamur di bawah permukaan cat. Sehingga pada akhirnya, Anda harus repot-repot mengeruk lapisan cat yang sudah rusak karena jamur.

·       Perhatikan Rata Tidaknya Media

Media yang tak rata akan membuat hasil pengecatan kurang optimal. Jadi, ratakan permukaan media baik dengan pengamplasan atau dengan penggunaan dempul / plamir.

 

·       Tunggu Kering untuk Mengecat Lapisan Selanjutnya

Setelah satu lapisan cat diaplikasikan, jangan langsung mengaplikasikan lapisan cat selanjutnya. Tunggulah hingga kering agar hasilnya tak bercampur dan malah rusak.

 

·       Cat dari Bagian yang Tak Nampak

Mulailah mengecat dari bagian yang tak nampak seperti di balik pintu dan perabot. Jadi ketika ada kesalahan, hal itu tak akan begitu terekspos.

 

·       Gunakan Kuas Kecil di Bagian Mendetil

Di bagian-bagian detil seperti ukiran kayu dan bagian tembok dekat stop kontak, gunakan kuas kecil untuk hasil maksimal.

 

·       Cara Spray yang Lebih Halus

Selain mengecat dengan kuas, sebenarnya Anda bisa mengecat dengan spray gun untuk hasil yang lebih baik. Cara ini akan membuat hasil pengecatan tak ada jejak pengkuasan. Namun tak semua cat bisa disemprotkan dan Anda harus membeli spray gun dulu untuk menerapkannya.


Demikian keenam saran cara mengecat yang baik dan benar. Semoga bermanfaat.

sumber:https://inspirasimengecat.blogspot.com/

7 Cara Budidaya Ayam Kampung Minim Biaya, Bisa Diterapkan Di Rumah

7 Cara Budidaya Ayam Kampung Minim Biaya, Bisa Diterapkan Di Rumah

 ayam kampung

3menit

Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum memulai budidaya ayam kampung, yaitu perihal cara dan persiapan yang dibutuhkan.

Ayam kampung adalah salah satu jenis ayam yang paling diminati masyarakat karena dagingnya lebih bernutrisi dan lezat.

Nama ayam ini diambil dari ciri khasnya yang biasanya hidup di perkampungan.

Ayam ini hidup lebih alami dibanding ayam petelur atau ayam boiler yang cara budidayanya sudah melibatkan bahan kimia.

Dilihat dari segi kesehatan, ayam ini lebih aman dikonsumsi. Apalagi kalau kamu membudidayakan ayam ini sendiri.

Nah, sebelum memulai budidaya ayam kampung, pelajari sistem dan persiapannya, yuk!

Cara Budidaya Ayam Kampung di Rumah

1. Sistem Umbaran

sistem umbaran cara ternak ayam kampung

Sumber: satujam.com

Sistem ini membiarkan ayam berkeliaran bebas di pekarangan rumah tanpa perlu repot-repot dimasukkan ke kandang ayam.

Meski demikian, kamu tetap perlu menyediakan kandang.

Dengan sistem ini, kamu bisa menekan biaya pakan karena ayam akan mencari makanan sendiri di pekarangan rumah.

Sayangnya, pertumbuhan ayam jadi tidak terlalu intensif dan sifat ayam pun jadi lebih liar.

Baca Juga:

Inilah 5 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal. Siap Jadi Jutawan?

2. Sistem Semi Intensif

Sistem Semi Intensif ayam kampung

Sumber: sinauternak.com

Sistem ini mirip dengan sistem sebelumnya, di mana budidaya ayam kampung membatasi ruang gerak ayamnya.

Ayam yang tidak banyak bergerak bisa menghasilkan daging yang lebih banyak.

Dengan sistem ini, sebaiknya kamu membuat kandang yang diisi satu ayam jantan dan beberapa ayam betina untuk mempercepat proses kembang biak.

Saat bertelur, kamu bisa memisahkan telur-telurnya dan menetaskannya menggunakan inkubator.

Namun, kamu perlu mengeluarkan biaya pakan lebih karena ruang gerak ayam lebih terbatasi.

3. Persiapan Kandang

kandang ayam kampung

Sumber: kompas.com

Setelah memilih sistem yang sesuai, kini saatnya mulai mempersiapkan kandang ayam sebagai tempat berlindung dan berkembang biak.

Agar fungsi kandang lebih maksimal, kamu perlu memperhatikan ketentuan ini:

  • Letakkan kandang berdekatan dengan rumah agar pengawasannya lebih mudah
  • Kandang bisa dibuat menggunakan bambu atau kayu dengan bentuk dinding yang rapat agar tidak dimasuki hewan lain
  • Tinggi kandang minimal 3 meter
  • Sekat kandang menjadi dua area, untuk ayam dewasa dan untuk anakan ayam
  • Seminggu sebelum ditempati, semprot kandang dengan pestisida untuk menghilangkan parasit-parasit pengganggu

4. Memilih Induk Ayam Kampung

induk ayam kampung

Budidaya ayam kampung yang sukses bermula dari pemilihan indukan yang unggul agar bisa memberikan keturunan yang baik.

Perhatikan ketentuan indukan yang baik berikut ini:

  • Indukan jantan harus bisa berkokok dengan lantang, bulunya mengkilap, aktif bergerak, sehat, dan tidak ada cacat
  • Indukan betina harus memiliki warna yang menarik, bulunya mengkilap, ukuran tubuh besar, siap kawin, aktif bergerak, sehat, dan tidak ada cacat
  • Tidak ada patokan perbandingan antara jantan dan betina, tapi kamu bisa mengisi satu kandang dengan 1 jantan dan 10 betina
  • Setelah indukan dipilih, tempatkan ke dalam kandang

5. Mengawinkan Indukan

ayam kampung kawin

Setelah indukan ditempatkan di kandang, mereka akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk beradaptasi.

Selama masa adaptasi, jangan lupa untuk terus memberikan makanan tambahan.

Proses perkawinan tidak bisa dipercepat karena terjadi secara alamiah saat indukan memang telah siap kawin.

Indikator keberhasilan perkawinan bisa dilihat dari perilaku ayam betina yang jadi lebih rewel dan terus berkokok.

Kalau sudah seperti itu, kamu harus memisahkan ayam betina dan menempatkannya di tempat khusus untuk bertelur.

Telur yang dihasilkan biasanya 5-14 butir dalam sekali bertelur.

6. Menetaskan Telur

telur ayam menetas

Cara tercepat menetaskan telur adalah menggunakan inkubator karena telur bisa menetas dalam 14-20 hari.

Berikut ketentuannya:

  • Sesuaikan ukuran kotak penetasan
  • Gunakan lampu 10 watt, bohlam atau neon
  • Letakkan telur di bawah lampu

7. Memelihara Anakan

anak ayam

Tempatkan anakan yang telah menetas di bagian kandang khusus anakan.

Anakan ini memerlukan perawatan intensif dengan pemberian makanan khusus berupa jagung yang digiling halus.

Berikan pakan tersebut hingga anakan berusia 2 bulan.

Setelah lewat dua bulan, pindahkan anakan ke bagian kandang dewasa.

sumber :https://www.99.co/blog/indonesia

Panduan Ternak Puyuh Petelur Untuk Pemula, Omset Besar Per Bulan

Panduan Ternak Puyuh Petelur Untuk Pemula, Omset Besar Per Bulan

 cara ternak puyuh

4menit

Puyuh merupakan jenis unggas yang tidak bisa terbang. Namun, daging dan telurnya bisa membuat kamu kebanjiran omset yang cukup besar. Berikut ini panduan ternak puyuh untuk para pemula.

Di Indonesia, burung puyuh sangat digemari baik itu daging maupun telurnya.

Tetapi, burung ini termasuk memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dan memiliki kaki pendek.

Keuntungan yang bisa kamu hasilkan dari ternak puyuh petelur rumah adalah daging dan telurnya.

Dari kedua bagian tersebut kamu bisa mengkonsumsi selaligus menjualnya.

Tak hanya itu, burung puyuh yang telah afkir bisa kamu jual ke peternak burung puyuh pedaging agar kotorannya bisa dijadikan pupuk atau makanan ikan.

Berikut ini cara ternak puyuh sukses untuk para pemula.

Semoga berhasil, ya!

7 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Ternak Puyuh Petelur Rumahan

1. Lokasi yang Tepat

Sebelum memulai ternak puyuh kamu harus menempatkan kandang di lokasi yang tepat.

Penentuan lokasi ini dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya usaha ternak puyuh.

Berikut ciri-ciri lokasi ternak puyuh petelur yang tepat:

  • Lokasi dekat dengan sumber air bersih
  • Jauh dari keramaian seperti, pasar, pabrik, jalan besar dan lainnya
  • Lokasi harus khususnya untuk jalur bisa dilalui transportasi
  • Lokasi yang dipilih harus bersih
  • Tidak banjir
  • Memiliki sirkulasi udara yang baik

2. Mempersiapkan Kandang untuk Ternak Puyuh Petelur

cara ternak puyuh

Selain lokasi, kamu pun harus memperhatikan suhu saat membut kandang untuk ternak puyuh.

Temperatur kandang untuk ternak puyuh petelur idealnya berkisar 20-25 derajat celcius.

Kelembapan udaranya pun harus berkisar 3-80 persen dan penerangan saat siang hari cukup 25-40 watt.

Sedangkan untuk malam hari 40-60 watt jika cuaca sangat dingin atau sedang musim hujan.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Mempersiapkan Kandang

Ada beberapa kandang yang harus disiapkan sebelum memulai usaha di bidang ternak puyuh.

Yang pertama adalah kandang untuk anak puyuh yang bisa menampung sampai dengan 100 ekor dalam satu kandang.

Kemudian, untuk puyuh pertumbuhan puyuh yang diperuntukkan bagi puyuh berusia 3-6 minggu.

Kandang indukan dan kemudian kandang pembibitan.

Agar puyuh petelur mendapat sirkulasi udara yang baik, usahakan cahaya matahari dapat langsung masuk ke kandang, maka dari itu gunakanlah kawat strimin untuk dinding kandangnya.

Kawat strimin ini bisa dijadikan dinding kandang adalah belahan bambu sekaligus dapat menghemat biaya.

Jika dinding kandang beternak puyuh petelur menggunakan bambu, jarak antara bambu harus benar-benar diperhatikan.

Jangan terlalu renggang agar puyuh tidak dapat keluar dari kandang serta tidak boleh terlalu rapat supaya sirkulasi udara tetap terjaga dengan baik.

Tempat pakan puyuh dapat ditempel di dinding luar dan dibuat memanjang sesuai ukuran kandang.

Sementara untuk tempat minumnya bisa diletakkan di samping atau di belakang kandang

3. Ukuran Kandang

Idealnya, kandang puyuh petelur memiliki ukuran:

  • panjang 100 cm
  • lebar 60 cm
  • tinggi 30 cm

Kandang degnan ukuran tersebut akan dapat menampung burung siap produksi hingga 30-35 ekor.

Patokan ini diterapkan karena semakin kecil kandangnya maka akan semakin baik produksi telur burung puyuh.

Ukuran kandang ternak puyuh petelur yang terlalu besar akan membuat burung semakin banyak bergerak.

Sehingga energi yang dihasilkan dari pakan terbuang percuma.

Untuk memaksimalkan penggunaan tempat, biasanya kandang puyuh dibuat bertingkat-tingkat.

Pada umumnya jumlah tingkat yang ideal adalah sebanyak 4 tingkat.

4. Jenis-Jenis Kandang yang Digunakan Ketika Ternak Puyuh

cara ternak puyuh

Melansir dari situs sahabatnesia.com ini dia 4 jenis kandang untuk budidaya burung puyuh:

A. Kandang untuk Induk Puyuh Petelur

Kandang ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan kemampuan untuk menghasilkan telur yang berkualitas.

Ukuran kandang yang digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan diternakkan.

B. Kandang untuk Induk Puyuh Pembibit

Kandang ini digunakan sebagai kandang untuk induk burung puyuh pembibit.

Kandang ini mempunyai ukuran dan bentuk yang sama seperti kandang induk puyuh petelur.

C. Kandang untuk Anak Puyuh

Kandang bagi anak burung puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur 1 hari sampai dengan 2-3 minggu.

Berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh tetap terlindung dan mendapatkan kehangatan sesuai dengan kebutuhan.

D. Kandang untuk Puyuh Grower

Kanding ini adalah kandang untuk puyuh yang berumur 3-6 minggu.

Ukuran kandang ini sama seperti kandang untuk induk pembibit.

5. Memilih Bibit Burung Puyuh Berkualitas

cara ternak puyuh

Setelah persiapan kandang buruh puyuh siap sekarang lakukanlah pemilihan bibit terbaik.

Pilihlah bibit dalam masa produktif yang umurnya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.

Yaitu sekitar umur 3 minggu.

Umur burung puyuh sangat mempengaruhi hasil produksinya untuk itu hindari bibit yang sudah tua karena produksi telurnya sudah berkurang.

Ciri-ciri bibit puyuh yang bagus:

  1. Lincah dan aktif bergerak, jika bibit yang akan kita beli diam saja, kemungkinan sedang terserang penyakit.
  2. Bentuk tubuh si burung sempurna, simetris dan anggota tubuhnya lengkap.
  3. Warna bulunya cerah dan tidak kusam.

Untuk ternak puyuh petelur yang dibutuhkan adalah bibit burung betina, berikut cara membedakan puyuh jantan dan betina:

  1. Bibit burung puyuh jantan memiliki benjolan di bagian pantat seperti kelereng,
  2. Sementara burung puyuh betina pantatnya tidak ada benjolannya,
  3. Bulu dada burung puyuh betina berwarna sawo matang dan terdapat garis atau bercak hitam,
  4. Sementara burung puyuh jantan tidak memiliki garis atau bercak hitam,
  5. Burung puyuh jantan berkokok, sementara betinanya tidak, dan
  6. Bobot/postur tubuh yang betina lebih besar dari jantan.

Bibit harus disuntik dulu dengan vaksin ND (Newcastle disease) atau tetelo agar tidak stres dan tercegah dari penyakit.

6. Cara Merawat Burung Puyuh Saat Proses Ternak

cara ternak puyuh

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya burung puyuh petelur. Antara lain adalah :

A. Sanitas dan Tindakan Preventif

Untuk menjaga puyuh dari serangan penyakit maka kebersihan kandang burung puyuh harus diperhatikan dan perlu dilakukan vaksinasi terhadap puyuh yang dilakukan sedini mungkin.

Ketika umur puyuh 4 – 7 hari, maka sebaiknya diberi vaksinasi dengan dosis setengah dari dosis vaksinasi untuk ayam.

Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata atau air minum.

Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat sakit dengan meminta bantuan petunjuk PPL setempat.

B. Pengontrolan Penyakit Puyuh Petelur

Pengontrolan penyakit harus dilakukan setiap saat.

Apabila ada tanda-tanda burung puyuh yang terkena penyakit harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atapun dinas peternakan setempat.

7. Pemberian Pakan Puyuh Petelur

Pemberian pakan puyuh petelur terdiri dari beberapa jenis, yaitu : bentuk pelet, remah-remah, dan tepung.

Pemberian pakan ini dilakukan 2 kali sehari pagi dan siang (untuk puyuh anakan). Sedangkan untuk puyuh dewasa diberikan pakan 1 kali sehari yaitu di pagi hari.

Membuat pakan puyuh sendiri ternyata jauh lebih efektif dan efisien dalam mengurangi biaya produksi.

Perbandingan untuk campuran pakan puyuh adalah 3:1:1 (Pelet:Jagung:Bekatul).

***

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu, ya!

sumber :www.99.co/blog/indonesia